Rabu, 31 Oktober 2012

makalah bunga rosella

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, Sehingga penulisan makalah ini dapat di selesaikan dengan baik. Makalah ini membahas tentang ”MANFAAT BUNGA ROSELLA”. Dan di harapkan dapat memberi pengetahuan dan menambah wawasan bagi siapapun yang membaca makalah ini.
            Dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang telah memberikan saran, maupun masukan-masukan guna penyempurnaan makalah ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya.
            Akhirnya, penulis menyadari akan keterbatasan kemampuan yang di miliki penulis. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun senantiasa penulis harapkan berbagai pihak dan peningkatan kualitas penulisan makalah ini.




Rengat,    oktober 2012




                                                                                                                  Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Bunganya sangat menggoda, banyak orang yang menyebutnya bunga rosella. Bagian yang paling bermanfaat adalah kelopaknya yang sudah dikeringkan kelopaknya bisa dimanfaatkan untuk dibuat sirup, selai, manisan, jus, salad, dan pudding. Selain enak rasanya, aneka olahan rosella ini memiliki efek farmakologis yang cukup lengkap. Kelompok bunga rosella yang berwarna merah tua, tebal, dan berair. Semakin pekat warna merahnya, rasanya semakin asam dan tentu juga khasiatnya semakin besar. Tanaman ini mudah sekali tumbuh, bahkan di desa tempat saya di besarkan tanaman ini tumbuh di pekarangan rumah di jadikan tanaman hias.
Menurut penelitian, anti oksidan yang terkandung dalam teh rosella lebih tinggi dari pada kumis kucing yang sudah teruji secara klinis mampu meluruhkan batu ginjal. Melelui penelitian pula didapati 51 % antosianin dan 24 % anti oksidan dalam larutan 300 ml air yang diseduh dengan bunga rosella yang sudah dikeringkan. Antosianin dalam rosella dapat menghambat dan mematikan sel kanker darah merah atau leukemia. Walau penelitian tersebut baru uji praklinis di laboratorium, karena belum ada pembuktian secara ilmiah mengenai efeknya secara langsung untuk manusia. Namun, secara tradisional sudah banyak warga masyarakat yang memanfaatkan bunga rosella untuk menurunka darah tinggi. Jika meminum seduhan bunga rosella secara teratur, maka kekakuan saraf dan ketegangan leher akibat hipertensi lama-kelamaan akan menghilang.Tubuh menjadi bugar dan nyenyak tidur. penggunaan bunga rosella untuk menurunkan tekanan darah tinggi telah diuji secara klinis di Teheran, Iran.
Yang perlu Anda ingat, berhati-hatilah saat membeli bunga rosella kering. Anda relative mudah menjumpai bunga kering rosella, bahkan di pasar tradisionalpun Anda bisa mendapatkannya. Hindari mengkonsumsi bunga rosella kering yang warna merahnya telah memudar. Karena mungkin ada yang salah dalam proses pengeringan, pengemasan, ataupun penyimpanannya. Memudarnya warna merah bunga rosella kering berarti ‘pudar’ juga khasiat yang ada di dalamnya.
Simpan bunga rosella kering Anda di tempat yang terlindung, hindarkan dari kontak matahari secara langsung. Jika terjadi kontak dengan matahari secara langsung akan membuat antosianin terdegradasi, karena selain bermanfaat untuk kesehatan antosianinlah yang membuat warna merah pada bunga rosella.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah Bunga Rosella ini ialah:
1.      Apa pengertian dari Bunga Rosella?
2.      Ada berapakah jenis-jenis Bunga Rosella?
3.      Sebutkan manfaat Bunga Rosella?
4.      Bagaimana cara membudidayakan tanaman Bunga Rosella?




1.3  Manfaat Dan Tujuan
Adapun manfaat dalam pembuatan makalah Bunga Rosella ini ialah untuk mempermudah mencari informasi mengenai Bunga Rosella dan untuk membantu kita dalam pemperoleh obat-obat tradisional yang sangat mudah di temui di sekitar kita.
Tujuan dalam membuat makalah tentang Bunga Rosella ini untuk menambah wawasan dalam bidang pengobatan atau kesehatan.

















BAB II
LANDASAN TEORI

Rosela , asam paya, asam kumbang dan asam susur atau Hisbiscus sabdariffa, adalah spesies bunga yang berasal dari benua Afrika. Mulanya bunga yang juga cantik untuk dijadikan penghias halaman rumah itu diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin di musim panas. Di negeri asalnya, Afrika, rosela dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela, sementara di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Ada kalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Di Mesir, rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. Di Sudan, menjadi minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Tak jarang, rosela juga dimanfaatkan untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung.

Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan nama rosela atau rosella sedangkan di Australia, rosela ini dikenal sebagai rosella atau buah rosella (rosella fruit). Di belahan dunia lain rosela dikenal dengan cannabinus hibiscus juga dikenal sebagai meśta / meshta di India , Tengamora di Assam, Gongura dalam bahasa Telugu, Pundi di Kannada, LalChatni atau Kutrum di Mithila, Mathipuli di Kerala, dagu baung di Myanmar, krajeab (กระเจี๊ยบ) di Thailand, bissap di Senegal, Guinea Bissau, Mali, Burkina Faso, Ghana, Benin, Niger, Kongo dan Perancis, dah atau dah bleni di bagian lain dari Mali , wonjo di Gambia, zobo di barat Nigeria, Zoborodo di Nigeria Utara, Chaye-Torosh di Iran, karkade (كركديه) oleh bangsa Arab seperti di Mesir, Arab Saudi, dan Sudan, omutete di Namibia, sorrel di Karibia dan di Amerika Latin, Flor de Jamaica di Meksiko, Saril di Panama, rosela, rosella, roselle, asam paya atau asam susur di Malaysia. Bangsa Cina menyebutnya dengan 洛神花 (Luo Shen Hua). Di Zambia dalam bahasa ciBemba tanaman disebut lumanda, katolo dalam bahasa kiKaonde,














BAB III
PEMBAHASAN
3.1  Pengetahuan tentang Rosella
Klasifikasi Rosella adalah sebagai berikut:
Divisi                      : Spermatophyta
Sub – Divisi         : Angiospermae
Kelas                     : Dicotyledonae
Bangsa                  : Malvales
Suku                      : Malvceae
Marga                   : Hibiscus
Jenis                      : Hibiscus Sabdariffa

Ada beberapa jenis Rosella yang beredar dipasaran, diantaranya:
1.       Rosella Sudan/ Afrika (berwarna merah pekat kehitaman)
2.       Rosella Cranberry banyak terdapat di Belanda (warna merah dan kelopaknyamenyerupai kotak dan ujung kelopaknya berbentuk oval)
3.       Rosella Taiwan (warna merah dengan panjang sekitar 5 cm dan ujung kuncupnya agak merekah)




Beberapa jenis rosella berdasrkan warna kaliksnya:

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRwg6uKmvRTGK_oS7jZwYtKI_Qr7hrqiV0KgF0Gm1hHFs4IPgDUoA1.       Rosela merah, kaliks berwarna merah menyala, panjang, batang kuat tidak mudah patah, daun menjari. Kaliks kering berwarna merah cerah, aromanya kuat



http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSSUtby7666lefOrlJqvwbNeMZT5uDR9aqcLGlzy1RThNYuy-MDjA2.   Rosela ungu, (ada yang menyebut burgundy, ada yang menyebut rosela Sudan, ada yang menyebut rosela hitam maupun rosela ungu). Kaliks berwarna merah gelap, agak bulat, berbulu lebih banyak dibanding yang merah, daun menjari tebal dan agak membulat, batang mudah patah. Kaliks kering berwarna merah kehitaman, aromanya kuat





http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT6gbgaztDyvnOxZ0OjYtO0ETxq5prTJaz9nqY4pKOsp2EKKjoc3.       Rosela putih, baru mencoba menanamnya dalam polibag, kaliks berwarna putih kekuningan dengan kapsul biji hijau segar, daun menjari bulat,pertumbuhan lambat, batang kuat




3.2  Manfaat dan Khasiat bunga rosella

Khasiat rosela antara lain untuk menurunkan asam urat, Hipertensi, Diabetes Mellitus, memperbaiki metabolisme tubuh, melangsingkan Tubuh, menghambat sel kanker, mencegah sariawan dan panas dalam, menambah vitalitas, meredakan batuk, mencegah flu, antioksidan, antihipertensi, antikanker, antidepresi, antibiotik, aprodisiak, diuretik (peluruh kencing), sedatif, tonik, dan menurunkan absorpsi alkohol.
Pemanfaatan kelopak bunga Rosela sudah dikenal dan diteliti baik oleh pakar kesehatan modern maupun pakar kesehatan tradisional di berbagai negara di dunia
Secara tradisional, ekstrak kelopak rosela berkhasiat sebagai antibiotik, aprodisiak (meningkatkan gairah seksual), diuretik (melancarkan buang air kecil), pelarut, sedativ (penenang), dan tonik. Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan Chung San Medical University di Taiwan, Chau-Jong Wang, konsumsi rosela digunakan sebagai salah satu cara baru untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Flora ini terbukti secara klinis mampu mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah. Tidak hanya itu, rosela juga memiliki potensi untuk mengurangi kadar kolesterol jahat yang disebut LDL dan lemak dalam tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa rosela juga bermanfaat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi), membantu program diet bagi penderita kegemukan (obesitas), melancarkan peredaran darah, menurunkan demam umum, melancarkan dahak bagi batuk berdahak, dan dapat dimanfaatkan untuk melancarkan buang air besar.
Ditinjau menurut sudut pandang medis modern (kedokteran), mengkonsumsi olahan kelopak bunga rosela secara teratur menunjukkan kesetaraan hasil dengan pengobatan modern (farmakologis) pada beberapa penyakit berikut ini:

1.      Sebagai Terapi Hipertensi

Pemberian ekstrak kelopak rosela yang mengandung 9,6 miligram anthocyanin setiap hari selama 4 minggu, mampu menurunkan tekanan darah yang hampir sama dengan pemberian captopril 50 mg/hari. Rosela terstandar tersebut dibuat dari 10 gram kelopak kering dan 0,52 liter air (Herrera-Arellano, 2004). Terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebesar 11,2 % dan tekanan diastolik sebesar 10,7% setelah diberi terapi teh rosela selama 12 hari pada 31 penderita hipertensi sedang (Haji Faraji, 1999).


2.      Asam Urat dan Kesehatan Ginjal
Tingginya kadar asam urat, kalsium dan natrium dalam darah secara mekanisme normal tubuh akan dikurangi dengan membuang kelebihan unsur tersebut melalui ginjal. Jika kondisi demikian dibiarkan berlangsung lama akan memberatkan kerja ginjal sebagai penyaring darah dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu kesakitan pada ginjal. Dengan mengkonsumsi rosela, ditemukan penurunan kreatinin, asam urat, sitrat, tartrat, kalsium, natrium, dan fosfat dalam urin pada 36 pria yang mengkonsumsi jus rosela sebanyak 16-24 g/dl/hari (Kirdpon, 1994).

3.      Memelihara kecantikan dan keindahan tubuh
Secara tradisional rosella membantu memelihara kesehatan dan kecantikan. Sangat baik untuk membentuk tubuh yang ideal, membantu mengendalikan nafsu makan yang berlebihan.Kandungan vitamin C dan kaya akan serat, rosella dapat membantu memelihara system pencernaan dan usus serta menghambat penyerapan gula, lemak, dan kolestrol jahat yang ikut ketika mengkonsumsi makanan. Mengandung banyak anti oksidan sehingga sangat bermanfaat
membersihkan tubuh dari zat racun/ toksin. Juga dapat sembuhkan sembelit serta memperlancar
buang air besar.




4.       Manfaat lainnya
o   Membantu menurunkan hipertensi & kolesterol
o   Membantu menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes
o   Bersifat menetralkan racun alias detosifikasi
o   Membantu mengurangi panas dalam & sembelit
o   Membantu meredakan pusing / migrain
o   Membantu menyeimbangkan berat badan & menghaluskan kulit
o   Menormalkan darah rendah atau darah tinggi
o   Mencerdaskan otak
o   Menyehatkan mata
o   Meredakan batuk kronis
o   Menurunkan suhu badan
o   Maag menahun
o   Mengurangi kecanduan narkoba

5.      Khasiat Lebih jauh

Rosela diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan sebanyak 23,10 mg dalam setiap gram bobot kering kelopak rosela. Sejumlah antioksidan yang dikandung rosela tersebut memiliki aktivitas 4 kali lebih tinggi dibanding bubuk kumis kucing. Penelitian yang dilakukan oleh Ir Didah Nur Faridah MSi, periset Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, menunjukkan bahwa kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak rosela terdiri atas senyawa gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin yang mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif (akibat proses penuaan) seperti jantung koroner, kanker, diabetes melitus, dan katarak.
Selain hal-hal yang dikemukakan di atas, rosela juga terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida dan LDL-kolesterol dalam darah. Penelitian terhadap efek kerabat bunga sepatu itu terhadap kegemukan juga dilakukan oleh Sayago-Ayerdi SG dari Department of Nutrition, Universidad Complutense de Madrid, Spanyol. Menurut Sayago rosela mengandung 33,9% serat larut yang membantu meluruhkan lemak. Kendati demikian,kadar keasaman (pH) seduhan rosela mencapai 3,14 sehingga perlu diwaspadai reaksi lambung untuk pengidap maag, karena kemungkinan memiliki efek merugikan
3.3  Kandungan bunga rosella
Kelopak bunga Rosella punya kandungan vitamin C yang sangat tinggi.Sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai macam penyakit.
Kandunngan vitamin C yang terdapat dalam buunga Rosella lebih banyak dibandingkan dengan buah-buahan lainnya.Sebagai contoh,setiap 100 gr bunga Rosella mengandung 244,4mg vitamin C,dengan berat yang sama,jeruk hanya mengandung 48 mg,belimbing hanya 25,8 mg sedangkan papaya mengandung 71 mg.Selain kandungan vitamin c yang sangat tinggi,Rosella juga kaya akan mineral seperti kalsium,phosphor,potassium dan zat besi yang sangat penting untuk tubuh.Selain vitamin C,Rosella juga mengandung vitamin B1,B2,niasin dan vitamin D.Tubuh manusia membutuhkan 22 asam amino.Dari 22 ini,18 nya terpenuhi dari bunga Rosella.Dua diantaranya(Arginie dan Lysine) bila bersinergi dengan Glutamid acid( salah satu jenis asam amino)akan merangsang otak untuk menggerakkan hormon tubuh manusia(yang membuat tubuh lebih gairah dan awet muda)
HASIL LABORATORIUM KIMIA TEKNIK
Dalam 100 gr bunga Rosella mempunyai kandungan zat-zat kimia sebagai berikut ;
Kalori 49 kal
H2O 84,5 %
Protein 1,9 gr
Fats 0,1 gr
Karbohidrat12,3 gr
Fiber 1,2 gr
Kalsium 0,0172 gr
Phospor 0,57 gr
Besi 0,029gr
B-karotene 3 gr
Asam askorbat 0,14 gr
Sedangkan untuk bunga kering terdiri dari 3 % campuran asam sitrat dan anthocyanins gossipeptin 9hydroxyflavone) dan 0,004,00,0005 % (Disadur dari James A.duke,1983,Hnbook of energy crops.Unpublished)

3.4  Cara pengolahan bunga Rosella
1.      Membuat Teh Rosella (java tea)
Seduh 3-5 bunga rosella kering dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi merah (seperti membuat air teh). Tambahkan gula pasir sesuai selera. Mereka yang sedang berdiet, menderita batuk, atau diabetes, gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung atau gula stevia secukupnya. Teh rosella dapat diminum dalam keadaan hangat atau dingin. Cara mengolah bunga rosella menjadi teh rosella adalah setelah bunga rosella dipetik tinggal kita jemur bunga tersebut sampai kering. Untuk menyajikannya kita ambil 3-5 kuntum bunga rosella diseduh dengan 200 ml air panas, aduk sambil sedikit di tekan-tekan kelopak bunganya hingga air berwarna merah, saring. Tambahkan 1 sdm air jeruk nipis dan 3 sdm madu. Sajikan hangat..
2.      Membuat Selai dari bunga rosella
Bahan: nanas 1 kg (parut bagian padatnya saja), gula pasir 0,5 kg, natrium benzoat 2 gr, asam sorbat 1 gr, esen stroberi atau apel 2 tetes, bunga rosella (tanpa biji) 30 buah. Cara yang kedua mengolah bunga rosella menjadi selai roti sebagai berikut siapkan 250 gram  kuntum bunga rosella, 1 sdm tepung maizena, air 150 ml, gula pasir 150 g, air jeruk lemon/nipis 3 sdm, 1/4 sdt vanilla pasta dan 1/4 sdt garam halus. Cara membuatnya; Blender bunga rosella dengan air dan tepung maizena hingga halus. Angkat. Tuang ke dalam panci, tambahkan gula dan air. Masak hingga mendidih, masukkan jeruk nipis, pasta vanili dan garam. Masak hingga tekstur saus mengental. Angkat. Simpan di dalam stoples kedap udara (catatan bunga rosella belum dijemur).
Alat: panci stainless steel, pengaduk, saringan, stoples kemasan
Cara membuat:
bunga rosella diblender, campur dengan nanas, panaskan dengan api sedang hingga mengental dan mengeluarkan bau harum. Masukkan gula pasir, garam, dan asam sorbat sampai larut. Setelah mendidih, kecilkan api, tambahkan esen stroberi dan apel, aduk kembali hingga adonan kental, lalu matikan api. Dalam keadaan panas, masukkan adonan selai ke dalam stoples, tutup rapat. Lakukan pasteurisasi dengan cara mengukus stoples yang berisi selai selama 25-30 menit. Angkat dan dinginkan stoples selai. Selai nanas kombinasi berwarna merah siap digunakan untuk olesan roti dan kue kering, isian donat, dan lainnya.

3.       Membuat sirup rosella
Cara ketiga mengolah bunga rosella menjadi sirup adalah sebagai berikut  siapkan 250 gram kuntum bunga rosella yang belum dijemur, 500 gram gula pasir dan 300 gram air. Caranya Bleder bunga rosella, air dan gula pasir kemudian masak hingga mendidih dan saring. setelah dinggin masukkan ke stoples dan simpan di kulkas.  sajikan dengan beberapa sendok makan sirup rosella dan air dinggin / hangat
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab III, kita dapat menyimpulkan bahwa:
a.       Bunga rosella mengandung lebih banyak vitamin C daripada tanamn yang lainnya, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
b.      Bunga rosella berkhasiat dalam menyembuhkan penyakit-penyakit seperti hipertensi, asam urat, obesitas, dan lain lain
c.       Dalam mengkonsumsi bunga rosella sebagai obat, dapat diolah menjadi selai, teh, dan sirup sehingga dapat dikonsumsi setiap hari.
d.      Pemakaian rosella sebagai obat-obatan sudah banyak dilakukan oleh masyarakat dan telah terbukti khasiatnya.
4.2  Saran
Berdasarkan kesimplan tersebut, kami menyarankan:
a. Penggunaan obat-obat herbal seperti bunga Rosella sebagai obat alternatif untuk menghindari efek samping
b. bu hamil dan penderita penyakit Maag dilarang meminum hasil proses tumbuhan ini.


DAFTAR PUSTAKA


1 komentar: